![]() |
| asiae.co.kr |
Tahun politik ini menjadi
tahun yang penuh warna, bagaimana tidak? Mulai dari debat pilpres, perang antar
kubu yang dilakukan oleh netizen, kampanye hitam, penyebaran hoax, hingga
kondom.
Saya merasa risih karena semua disangkut pautkan dengan
politik, sampai-sampai, sakit perut juga salah presiden. Nih, ya. Saya kasih
tau, siapa pun presiden nya nanti, kita tetap menjalani hidup kita
masing-masing, kerja, sekolah, kuliah, makan, minum, buang hajat semua kita
lakukan sendiri, presiden hanya memimpin negeri, kalau kita itu tugasnya
memimpin diri sendiri, supaya gak cepat panas kalau di komporin sama orang.
Setelah
satu tahun mengikuti variety show di
Korea Selatan, saya gak tahu apakah hanya saya yang sadar atau yang lain juga
sadar tapi tidak membicarakan hal ini seperti saya, sebuah teori yang pernah
saya bahas juga di artikel terdahulu tentang spear of silence yang dikemukakan oleh Neolle-Neumann, bahwa saat
kita memberi opini dan menyebar sampai kepenjuru dunia, orang yang tidak
memberi opini tapi merasakan hal yang sama akan mengamini opini tersebut.
Semoga gak “apa cuma gue yang ngerasa kalau blah
blah blah”, ya.
Saya menyadari kalau ada
yang mirip dengan presiden kita Pak Joko Widodo, dan capres nomor urut 2,
Prabowo Subianto di Korea Selatan. Tentu saya juga akan menjelaskan beberapa
sepak terjang mereka di dunia per-variety
show-an mereka serta kemiripan mereka dengan capres kita ini.
Yoo
Jae Suk dan Kang Ho Dong adalah Top 2 National MC di Korea Selatan, mereka
memiliki keunikan tersendiri dan tempat di hati penonton, pembawaan Yoo Jae Suk
yang lembut dan Kang Ho Dong yang lebih ke tegas saat memandu acara. Meski
mereka enggan disebut sebagai rival,
tapi sepak terjang mereka di dunia hiburan Korea Selatan sangat patut untuk di
acungi jempol.
Namun ada juga orang yang
tidak suka dengan Yoo Jae Suk, begitu juga dengan Kang Ho Dong, walaupun dari
yang saya tau, Kang Ho Dong yang dikenal sebagai orang yang menyeramkan di masa
lalu, membuat banyak orang yang tidak suka dengan beliau, sama hal nya seperti
sekarang, banyak orang yang tidak suka dengan Prabowo karena masa lalunya dan
sikapnya yang seolah dia adalah orang yang patut untuk dituruti perintahnya.
Untuk Yoo Jae Suk,
pembawaannya yang lembut dan santai justru membuat saya malas untuk menonton
acara yang beliau pandu, ini menurut opini saya saja. Semua orang punya selera
masing-masing saat menonton sebuah acara televisi. Sama hal nya dengan kita
yang memiliki hak masing-masing untuk menentukan siapa yang akan menjadi
presiden periode 2019-2024 mendatang.
Untuk itu saya akan
menjelaskan kemiripan diantara Yoo Jae Suk dan Joko Widodo serta Kang Ho Dong
dengan Prabowo Subianto.
1.
Yoo Jae Suk = Joko Widodo
Yoo Jae Suk saya samakan
dengan Pak Jokowi karena saya pikir dari segi wajah saja sudah mirip. Tapi
bukan hanya dari wajahnya saja yang mirip, prestasi dan gesture mereka juga bisa dikatakan mirip. Sama seperti Jokowi yang
sukses membuat Indonesia sedikit lebih maju, Yoo Jae Suk yang berprestasi juga
menurut saya layak di jadikan acuan kenapa mereka berdua cocok untuk
dimiripkan. Yoo Jae Suk menjadi sudah 7 tahun berturut-turut menjadi Komedian
terbaik di Korea Selatan.
Pembawaannya yang lembut
dan cerdas, serta karisma yang ditunjukkan oleh Yoo Jae Suk bisa disamakan
dengan Jokowi yang tenang, lembut dan hangat. Tapi jangan salah, mereka berdua
juga bisa “menyerang” lawan bicara walaupun mereka terkenal lembut dengan
orang.
Yoo Jae Suk dikenal
sebagai sosok yang ramah, dan sopan terhadap yang lebih tua, tak jarang beliau
membungkuk (hormat) kepada masyarakat yang membuat beliau begitu di cintai oleh
penonton lanjut usia. Sama seperti Jokowi yang selalu melakukan blusukan di tempat-tempat terpencil di
Indonesia dan berbicara dengan masyarakat disana.
Yoo
Jae Suk, menurut pengamatan saya lebih disukai oleh orang-orang karena jaman
sekarang orang lebih suka dengan seseorang yang ramah dan hangat, bisa
menanggapi sesuatu dengan baik, itu yang menjadi poin plus untuk Yoo Jae Suk
yang membuat saya yakin mencocokkan beliau dengan Jokowi.
2.
Kang Ho Dong = Prabowo Subianto
Kang Ho Dong dan Pak
Prabowo Subianto juga bisa saya katakan memiliki kemiripan. Karena latar
belakang Prabowo sebagai mantan TNI, beliau memiliki sifat yang tegas, disiplin
dan cenderung keras. Sama hal nya dengan Kang Ho Dong yang merupakan mantan
atlet dan juara ssireum di Korea
Selatan yang menjadikan beliau sebagai ‘pria terkuat di dunia’ karena beliau
berhasil mengalahkan legenda ssireum
sebelumnya, yakni Lee Man Gi yang merupakan yang tak terkalahkan pada masa itu.
Saat memandu acara di beberapa acara televisi, Kang Ho
Dong juga terkenal disiplin dan keras terhadap rekan kerjanya, kata-kata yang
membangkitkan semangat para pengisi acara membuat Kang Ho Dong memiliki tempat
khusus di hati para entertainer serta
penonton di rumah. Kalimat yang masih terus terngiang di kepala saya ketika
mendengar cerita Hani EXID yang sedang menangis dan Kang Ho Dong datang
mendekatinya dan menyemangatinya,
“Hani, kau boleh menangis,
saya juga kadang saat memandu acara juga bisa terharu bahkan menangis. Tapi
saya adalah juara gulat, tentu sangat terlarang bagi saya untuk menangis”
Karena beliau adalah
seorang juara dan orang yang dianggap orang lain, orang yang kuat, membuat
beliau tidak bisa mengikuti batinnya untuk menangis, beliau harus terus kuat
didepan orang lain, supaya mereka juga kuat.
Namun ada juga julukan
seperti ‘Kang Ho Dong’s Victim’ yang berupa kumpulan orang yang pernah satu
acara dengan beliau tapi memutuskan untuk tidak bekerja sama lagi dengan
beliau, karena beliau sangat menyeramkan. Namun itu hanya untuk candaan semata,
Kang Ho Dong adalah sosok yang tegas yang membuat para entertainer muda bisa disiplin dan memajukan industri hiburan di
Korea Selatan.
Prabowo juga jangan dilihat dari masa lalunya yang buruk
saja, beliau juga merupakan orang yang sukses di negeri ini, mengawali karir di
militer, ia mampu menjadi pemimpin Korps Pasukan Elite dan terlibat langsung dalam
operasi-operasi besar. Salah satunya adalah memimpin operasi Tim Nanggala di
Timor Timur dengan keberhasilan menangkap Xanana Gusmao pada tahun 1992.
Setahun setelah Dilan dan Milea putus. Hehe.
Setelah
membaca perbandingan mereka, bagaimana? Apakah mirip? Walaupun ranah mereka
sangat berbeda, yaitu hiburan dan politik. Tapi mereka mirip, kan? Mungkin dari
para pembaca akan ada yang menyangkalnya, ini hanya opini pribadi saya, yang
tiba-tiba terlintas dipikiran saya, kalau mereka itu mirip. Semua punya selera
masing-masing.
Baik buruk mereka semua berasal dari pribadi itu sendiri,
serta sempurna hanyalah milik Tuhan Yang Maha Esa dan Andra and The Backbone.



0 Komentar