Azab Itu Hanya Lelucon!

Azab? Kalau dulu kita denger kata azab pasti bakal ketakutan dan membuat kita langsung introspeksi diri, tapi makin kesini ternyata azab hanya dijadikan lelucon untuk mengolok-ngolok atau menjadikannya sebagai meme viral sementara dan akhirnya membuat azab itu bagaikan lelucuan sehari-hari.
Dok : Indosiar

Azab adalah siksaan yang di hadapi manusia atau makhluk Tuhan lainnya, sebagai akibat dari kesalahan yang pernah atau sedang dilakukan, dalam filsafat Islam. Tapi karena ada beberapa stasiun televisi yang mengangkat cerita-cerita azab tapi membuat alur ceritanya dengan cara yang berbeda membuat banyak pengartian dari orang yang menontonnya atau hanya sekedar tahu dari thumbnailnya saja. 
Jadi apa-apa sekarang kalau melakukan sesuatu akan ditembak dengan pernyataan "Awas lu kalau pelit bakal kena azab!" atau "Kalau ngegas nanti mati ketimpa gas!" sering terdengar oleh telingaku.
Contoh azab yang sangat viral dulu berjudul "Jenazah Mandor Kejam Mati Terkubur Cor Coran & Tertimpa Meteor", ada beberapa potongan klip video yang menceritakan perjalanan warga saat sedang mengantarkan jenazah menuju pemakaman, tapi ditengah jalan ada sebuah mobil pick up yang tidak sengaja menabrak keranda jenazah itu dan jenazah tersebut terbang ke dalam mesin cor dan berguling berkali-kali didalamnya. Warga setempat hanya lari dan mengucap Istigfar. Saya yang menonton bahkan sampai tertawa ngakak saat itu.
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sudah memberi peringatan kepada beberapa stasiun televisi untuk segera menghentikan atau memperbaiki pembuatan series itu selanjutnya. 
Ternyata salah satu dari stasiun televisi yang sudah ditegur KPI menjelaskan bahwa mereka sudah tidak menayangkan series tersebut, namun ada juga stasiun televisi yang masih menayangkan seriestersebut, namun sekarang harus diperketat karena konten yang menyinggung agama memang sangat gampang untuk mengundang perpecahan, bukan cuma politik saja yang bawa-bawa agama, sinetron juga.
Banyak protes dari masyarakat ke KPI karena ada adegan-adegan perlakuan pada jenazah dinilai tidak jenazahiawi (bilang aja gitu).
"Jenazah yang jatuh, terlempar, hangus dan lain-lain" kata Nuning Rodiyah, Komisioner Bidang Isi Siaran KPI.
Namun, karena ini menyangkut tentang jenazah, KPI mencoba menggunakan pendekatan supranatural, dan ternyata tidak ada pelanggaran disitu. Akhirnya memakai norma agama untuk memverifikasi kasus ini.
            Penelitian juga dilakukan oleh Dosen Program Studi Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII), Muzayin Nazaruddin. Ternyata, beberapa series di stasiun televisi itu menangkat kisah dari beberapa majalah-majalah seperti Hidayah, Insting, dan beberapa majalah primbon lainnya. Tapi menurut saya, saking kreatifnya Tim Kreatif negera berflower ini yang membuat dunia persinetronan Indonesia kembali viral dengan tontonan yang disuguhkan ke masyarakat.
Sementara di media sosial juga banyak warganet yang mulai mengamalkan ide-ide kreatif yang ada di kepalanya untuk mulai membuat 'Azab' versi mereka sendiri. Ternyata cukup menggelitik namun kalau porsinya sudah kebanyakan akan bikin kita muntah juga dengan jokes azab ini.
Beberapa contoh nama-nama azab versi warganet seperti,
"Desainer Grafis Males, Batu Nisannya Ditulis Pakai Font Comic Sans"
"Akibat Sering Nyeruput Kopi Temannya, Akhirnya Mati Tersedak Gelas"
"Akibat Sering Stalking Mantan, Akhirnya Mati Menabrak Konter Pulsa Saat Mau Beli Kuota"
Dan masih banyak lagi.
Meme tentang azab ini memang sudah selesai pada tahun 2018 lalu, dan series azab sekarang sudah diganti dengan series Kisah Nyata di Indosiar. Dengan alur cerita yang menggelitik namun dibuat tampak nyata, atau dibuat senyata mungkin biar orang tua kita yang nonton series ini dirumah bisa menjadikan tontonan itu sebagai bahan pembanding ketika memarahi kita kalau IPK kita sedang anjlok. 
"Liat tuh, dia aja bisa sukses tanpa bantuan orang tuanya, kamu yang masih ada orang tua aja males-malesan." Yaudah kalau gitu coret aja aku dari Kartu Keluarga, Bu, Pak~
Menanggapi kasus ini, Nazarudin mengatakan jelas bahwa sinetron religi mendangkalkan Islam dan distortif. Tapi meresponsnya dengan tawa, justru dipandang sebagai peneguhan.
"Mitos menjadi kuat karena budaya populer, dan format budaya populer adalah lelucon. Kita membuat cerita azab ini sebagai lelucon keseharian, tapi saat itulah, sebetulnya dalam bawah sadar sosial, kita meneguhkan mitologi tradisional itu bahwa agama itu azab, surga neraka," tutupnya.
Menurut kalian bisa gak sih orang tua kita atau orang terdekat kita mengetahui kalau sinetron itu hanya cerita yang fiktif? Jawabannya masih 50:50, yang artinya bisa saja mereka tahu dan bisa saja mereka tidak tahu sama sekali, dan pahitnya mereka gak mau tahu karena mereka terhibur dengan series yang mengandung unsur pembodohan itu.
Walaupun era meme azab ini sudah berakhir, bukan berarti kita bisa langsung melupakan kejadian yang seharusnya tidak terjadi ini, tidak sedikit orang yang masih mengancam kita dengan contoh azab yang mereka buat sendiri, seperti sepasang gebetan yang mencintai sebelah pihak, sang cowok mengancam si cewek dengan azab "Orang yang gak mau menerima cinta sang gebetan gak akan diterima sama bumi kalau dikuburkan" atau "Kalau kamu menolakku sama saja seperti menolak pemberian Tuhan! Kamu laknat! Semua cewek sama saja!" siapa sih yang mau sama cowok tukang azab? Nanti juga bakal jadi azab kalau si cewek udah nerima cowok itu.
Karena muak dengan semua lelucon azab ini, akhirnya saya pun menulis artikel ini dengan harapan agar orang-orang yang membaca artikel ini juga sadar kalau azab itu bukan bahan candaan yang pas. Tapi kalau emang masih ngotot dengan candaan azab, biar saya sendiri yang akan mengazab kalian. Hehe.
Referensi : bbc.com/indonesia
Sumber : Azab Itu Hanya Lelucon!

Posting Komentar

0 Komentar