Ketika aku terbangun
dipagi hari, aku merasakan ada yang janggal, aku tidak terbangun ditempat
tidurku, aku terbangun ditempat yang aneh, “tempat apa ini? Ini bukan kamarku! Ini
seperti sebuah penjara” lalu aku memutuskan untuk keluar dan mencari tau apa
yang sebenarnya terjadi disini, dan saat aku keluar ruangan, ternyata ada 20 kamar termasuk kamar yang aku tempati. Ada 20 orang termasuk aku yang terjebak
didalam penjara ini, “aku tak melakukan apa-apa! Aku tidak berbuat salah!” teriak
seseorang dipojok kanan ruangan, aku juga berpikir, kalau aku tidak berbuat
apa-apa. Aku hanya lelah dan tertidur setelah pulang kerja dan saat terbangun
aku sudah berada ditempat ini.
“Namaste, saya tebak anda semua
pasti bingung kenapa anda terbangun ditempat ini, bukan karena kalian bersalah
atau apapun dosa besar yang telah kalian perbuat, tapi ini adalah sebuah
anugrah yang diberikan kepada kalian, untuk mengenal satu sama lain!” suara itu
terdengar dari atas ruangan, dan membuat beberapa perempuan yang berada
diruangan ini berteriak panik dan ketakutan. Aku hanya terdiam dan mendengarkan
penjelasan dari suara yang ada diatas. “perkenalkan, saya adalah Eye, saya
bukanlah manusia, saya program yang diciptakan untuk memonitori pergerakan
kalian selama 24 jam, kalian bukan terjebak disini, kalian dipindahkan disini
untuk dipilih siapa yang bertahan menghadapi semua rintangan yang telah
diberikan oleh Brain, dan ya, Brain adalah seseorang yang telah membuat, dan
memindahkan kalian semua disini.” Ini benar-benar tidak masuk akal, apakah ini
mimpi? Apa yang harus kami lakukan? Bertahan hidup diantara orang asing yang
tidak diketahui apa latar belakangnya, baik atau jahatnya mereka?
“Peraturannya simple, ini
bukanlah ajang untuk adu kekuatan, ini adalah ajang untuk adu kecerdasan, siapa
yang cerdas, dia akan memenangkan permainan ini, dan peraturannya hanya satu MEMBUNUH
ATAU TERBUNUH” tiba-tiba terdengar suara orang berteriak dan berlari mengarah
kepadaku, “MATI KAUUUUU AKU TAU KAU PENJAHAT!!!” aku tidak bisa menghindari
pukulannya karena aku tidak sadar dia berlari mengarahku, aku terjatuh ketanah,
dan dia terus memukulku, tapi ada yang aneh… aku tidak merasakan sakit, dan
wajahku tidak lebam sedikitpun. “Hai anak muda, sekuat apapun kau memukulnya
kau tidak akan bisa membunuhnya!! Sudah kubilang ini bukan ajang untuk adu
kekuatan, kalau kau hanya mengandalkan ototmu saja kau akan mati sebentar lagi”
dengan putus asanya laki-laki itu berdiri dan menjauh dariku, dia menangis,
tapi aku tau apa yang dia rasakan, dia tidak merasakan perasaan apapun, seolah
dicabut perasaan kami semua, kami tidak bisa merasakan rasa sakit baik fisik
maupun batin, ini aneh.
Setelah beberapa jam kemudian,
suasana ruangan tersebut sudah mulai hening, suara dari Eye kembali muncul dari
atas, “Kalian akan dibagi menjadi 4 kelompok, kalian akan kenal satu sama lain,
kalian akan berusaha untuk bertahan hidup, kuncinya adalah percaya dengan
kelompokmu, tapi saya tidak yakin melihat raut wajah penuh benci yang kalian
miliki dibawah sana, intinya kalian tidak akan bisa menang dengan kekuatan,
karena sudah ada contoh tadi, sekuat apapun pukulan kalian tidak akan merusak
wajah kalian, dan kalian tidak akan merasakan sakit, kalian bisa nangis tapi
kalian tidak bisa melakukan apa-apa, kalian bisa marah tapi kalian tidak akan
bisa melakukan apa-apa, dan kelompoknya adalah :
Kelompok 1 (PEACE)
Budi
Shania
Arief
Ronald
Jerry
Kelompok 2 (CHAOS)
Fariz
Rini
Andre
Hanan
Lucky
Kelompok 3 (LOVE)
Tina
Harry
Amelia
Ando
Fahmi
Kelompok 4 (EVIL)
Anggi
Aldi
Daniel
Michael
Yuli
“Cobalah untuk
berteman dengan teman baru kalian, kalau kalian bisa melewati semua ini, kalian
akan pulang kedunia nyata, tapi maafkan Eye teman-teman, yang mati tetaplah
mati!! Hahahahaha!” itu adalah kalimat terakhir yang kudengar dari atas.
Namaku
Lucky, dan ini adalah Brain : The Game.

0 Komentar